HOBBYCETAK - Layanan Desain Profesional
Kamis, 30 April 2026
NEWS
HOBBYCETAK - Best partner for your company. Pesan di hobbycetak.com. Temukan Kami di Marketplace kesayangan Anda.
ATK BRANDING TEKNOLOGI

Fenomena Produk Lokal Bermesin China dan Branding White Label

Fenomena motor listrik yang diklaim sebagai produk dalam negeri tetapi menggunakan komponen inti dari China kembali menjadi perbincangan. Topik ini berkaitan dengan praktik branding produk white label yang cukup umum dalam industri kendaraan listrik.

Motor listrik Emmo JVX GT
Motor listrik yang menjadi contoh pembahasan branding produk dan komponen impor. (Foto: Detik)

Dalam praktik white label, produk dasar dibuat oleh pabrikan tanpa merek, kemudian perusahaan lain memberi merek, identitas visual, dan strategi pemasaran. Model seperti ini umum terjadi di berbagai industri, termasuk kendaraan listrik.

Pegiat kendaraan listrik Hendro Sutono menjelaskan bahwa banyak motor listrik di Indonesia merupakan hasil rebranding dari produk white label China. Meski demikian, beberapa merek mulai melakukan produksi lokal pada bagian tertentu seperti rangka, bodi, dan velg.

Pembahasan kemudian mengarah pada tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN. Menurut Hendro, TKDN tidak selalu mengukur seberapa dalam teknologi sebuah produk dikuasai secara lokal.

Ia menjelaskan bahwa TKDN lebih banyak menghitung nilai rupiah yang berputar di dalam negeri selama proses produksi. Nilai tersebut dapat berasal dari perakitan, tenaga kerja, bangunan pabrik, listrik, air, hingga pembelian komponen dari pemasok yang berbadan usaha di Indonesia.

Dalam aturan kendaraan listrik, perhitungan TKDN mencakup manufaktur komponen utama, perakitan, komponen pendukung, serta riset dan pengembangan.

Masalahnya, komponen kritis seperti sel baterai, motor BLDC, controller, dan sistem elektronik masih berpotensi besar berasal dari luar negeri. Secara regulasi, produk bisa memenuhi syarat sebagai produk dalam negeri, tetapi kedalaman penguasaan teknologinya belum tentu kuat.

Dalam konteks branding produk, kondisi ini menjadi pelajaran penting. Merek tidak cukup hanya memberi label lokal, tetapi juga perlu membangun kualitas, transparansi, layanan, serta kemampuan produksi yang berkelanjutan.

Branding yang kuat akan lebih dipercaya jika didukung oleh kualitas produk, kontrol mutu, dan kejelasan asal komponen. Tanpa itu, klaim produk lokal bisa menimbulkan pertanyaan di mata konsumen.

Sumber: Lihat artikel asli

Penulis:
Nandhi Hobby Cetak
Nandhi Hobby Cetak

Ga harus sempurna, yang penting mulai.
Improvise, Adapt, Make it work.

NAVIGASI ARTIKEL

Artikel Sebelumnya
Branding Produk White Label Umum di Industri Motor Listrik
2 jam yang lalu