Banner HUT ke-76 RI di Sidoarjo yang mengalami salah cetak akhirnya diganti setelah sempat menjadi perhatian publik. Kesalahan terjadi pada penulisan kata “Indonesia” yang tercetak menjadi “Indoneisa”.

Banner salah cetak di Sidoarjo sebelum diganti dengan versi yang sudah diperbaiki. (Foto: Detik)
Banner berukuran 3 x 6 meter tersebut terpasang di JPO Jalan Ahmad Yani dari arah Surabaya menuju Malang. Dengan ukuran besar dan warna mencolok, kesalahan ejaan pada banner menjadi mudah terlihat.
Banner tersebut dibuat untuk kepentingan peringatan HUT ke-76 RI. Di bagian kanan atas juga terdapat logo Pemkab Sidoarjo serta foto jajaran pejabat forkopimda.
Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Sidoarjo, Kusdianto, menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan tersebut. Ia menjelaskan bahwa banner langsung diturunkan setelah kesalahan diketahui.
Kusdianto juga menyebut kesalahan tersebut merupakan tanggung jawab vendor karena pemasangan dilakukan oleh pihak vendor. Dengan kejadian ini, kinerja vendor akan dievaluasi.
Dalam dunia cetak banner, kasus seperti ini menjadi bukti bahwa pengecekan final sangat penting. Desain yang sudah benar di layar belum tentu aman jika hasil cetak tidak diperiksa ulang sebelum dipasang.
Checklist produksi sebaiknya mencakup ejaan, komposisi, kualitas gambar, warna, ukuran, bahan, finishing, dan titik pemasangan. Untuk proyek resmi, proses approval perlu dibuat lebih ketat.
Kesalahan cetak bukan hanya menimbulkan biaya penggantian, tetapi juga dapat memengaruhi citra instansi atau perusahaan yang memasang banner.
Karena itu, baik vendor maupun klien perlu sama-sama teliti. Ketepatan informasi adalah bagian dari kualitas layanan percetakan, bukan sekadar tambahan kecil.
Sumber: Lihat artikel asli