Brosur masih menjadi media promosi yang berguna untuk memperkenalkan produk, layanan, kegiatan, maupun profil usaha. Bentuknya ringkas, mudah dibagikan, dan dapat memuat informasi lebih lengkap dibandingkan kartu nama atau selebaran promosi sederhana.
Namun, brosur yang dipenuhi tulisan, menggunakan terlalu banyak warna, atau tidak memiliki urutan informasi yang jelas akan sulit dipahami. Pembaca mungkin hanya melihatnya beberapa detik sebelum memutuskan apakah informasi tersebut menarik untuk dilanjutkan.
Karena itu, desain brosur bukan sekadar menempatkan logo, gambar, dan tulisan ke dalam satu halaman. Setiap elemen perlu disusun agar perhatian pembaca bergerak dari judul utama menuju penjelasan, manfaat, penawaran, dan cara menghubungi bisnis.

Mengapa Desain Brosur Harus Mudah Dibaca?
Tujuan utama brosur adalah membantu pembaca memahami informasi dan mengambil tindakan. Tampilan yang menarik memang dapat menarik perhatian, tetapi keterbacaan menentukan apakah pesan di dalamnya benar-benar diterima.
Brosur yang mudah dibaca membantu calon pelanggan menemukan jawaban atas beberapa pertanyaan dasar. Mereka ingin mengetahui apa yang ditawarkan, apa manfaatnya, siapa yang cocok menggunakan layanan tersebut, dan bagaimana cara menghubungi penyedia produk atau jasa.
Jika informasi tersebut tersembunyi di antara paragraf panjang atau elemen dekoratif yang berlebihan, fungsi brosur menjadi berkurang. Desain yang baik perlu menjaga keseimbangan antara daya tarik visual dan kejelasan isi.
Tentukan Tujuan Brosur Sebelum Mulai Mendesain
Sebelum memilih warna atau gambar, tentukan terlebih dahulu tujuan utama brosur. Satu brosur sebaiknya memiliki fokus yang jelas agar isi tidak melebar ke terlalu banyak arah.
Beberapa tujuan brosur yang umum digunakan antara lain:
- Memperkenalkan usaha atau perusahaan
- Menjelaskan produk dan layanan
- Mempromosikan program atau penawaran tertentu
- Menyampaikan informasi acara
- Menampilkan katalog produk ringkas
- Mengarahkan pembaca untuk melakukan konsultasi
- Mendukung presentasi atau penawaran penjualan
- Memberikan panduan penggunaan layanan
Brosur profil perusahaan tentu memerlukan susunan berbeda dari brosur promosi produk. Brosur acara perlu menonjolkan waktu dan lokasi, sedangkan brosur jasa perlu menjelaskan manfaat, proses, dan cara melakukan pemesanan.
Kenali Siapa yang Akan Membaca Brosur
Desain yang menarik bagi satu kelompok belum tentu cocok untuk kelompok lainnya. Pemilihan bahasa, warna, ukuran tulisan, gambar, dan jumlah informasi perlu disesuaikan dengan target pembaca.
Brosur untuk pelanggan umum sebaiknya menggunakan bahasa sederhana dan langsung. Brosur untuk kebutuhan perusahaan dapat tampil lebih formal dengan informasi yang lebih terstruktur. Sementara itu, brosur komunitas atau acara dapat menggunakan gaya yang lebih ekspresif selama tetap mudah dibaca.
Pertimbangkan pula bagaimana brosur akan digunakan. Brosur yang dibagikan di tempat ramai perlu menyampaikan pesan dengan cepat. Brosur yang diberikan saat pertemuan dapat memuat penjelasan lebih lengkap karena pembaca memiliki waktu lebih banyak untuk memeriksanya.
Susun Isi Sebelum Membuat Tata Letak
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung mendesain tanpa menyiapkan isi. Akibatnya, tulisan ditambahkan sedikit demi sedikit hingga tata letak menjadi penuh dan sulit diatur.
Siapkan materi dalam bentuk daftar terlebih dahulu. Tentukan informasi utama, informasi pendukung, dan bagian yang dapat dihilangkan apabila ruang terbatas.
Isi dasar brosur biasanya terdiri dari:
- Judul utama
- Penjelasan singkat
- Daftar manfaat atau keunggulan
- Produk atau layanan yang ditawarkan
- Informasi pendukung
- Ajakan tindakan
- Kontak dan saluran komunikasi
- Logo serta identitas bisnis
Dengan materi yang sudah disusun, proses desain menjadi lebih mudah karena setiap bagian memiliki tempat dan tingkat kepentingan yang jelas.
Buat Judul Utama yang Langsung Dipahami
Judul merupakan bagian yang biasanya pertama kali dilihat. Gunakan kalimat yang singkat, jelas, dan berhubungan dengan kebutuhan pembaca.
Judul tidak harus selalu berupa nama produk. Kalimat yang menjelaskan manfaat atau masalah yang dapat diselesaikan sering kali lebih menarik. Misalnya, daripada hanya menulis layanan percetakan, judul dapat diarahkan pada kebutuhan seperti solusi desain dan cetak untuk promosi usaha.
Hindari judul yang terlalu panjang atau menggunakan istilah yang hanya dipahami oleh pihak internal. Pembaca sebaiknya dapat mengenali topik brosur tanpa harus membaca seluruh isi terlebih dahulu.
Gunakan Hierarki Informasi yang Jelas
Hierarki visual membantu pembaca mengetahui bagian mana yang perlu dilihat terlebih dahulu. Perbedaan ukuran, ketebalan, posisi, warna, dan jarak dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat kepentingan informasi.
Urutan yang umum digunakan adalah:
- Judul utama sebagai perhatian pertama
- Subjudul atau kalimat penjelas
- Manfaat dan informasi inti
- Detail tambahan
- Ajakan tindakan dan kontak
Jangan membuat seluruh tulisan memiliki ukuran dan ketebalan yang sama. Jika semuanya terlihat penting, pembaca justru kesulitan menentukan dari mana harus mulai membaca.
Batasi Jumlah Jenis Huruf
Terlalu banyak jenis huruf dapat membuat brosur terlihat tidak konsisten. Untuk sebagian besar kebutuhan, satu atau dua keluarga huruf sudah cukup.
Satu jenis huruf dapat digunakan untuk judul, sedangkan jenis lainnya digunakan untuk isi. Alternatifnya, gunakan satu keluarga huruf dengan beberapa variasi ketebalan agar tampilan tetap seragam.
Pilih huruf yang sesuai dengan karakter bisnis, tetapi jangan mengorbankan keterbacaan. Huruf dekoratif dapat digunakan pada bagian tertentu, namun sebaiknya tidak dipakai untuk paragraf panjang, daftar layanan, atau informasi kontak.
Atur Ukuran Tulisan dengan Tepat
Ukuran tulisan perlu menyesuaikan ukuran fisik brosur dan jarak baca. Tulisan yang terlihat cukup besar di layar komputer dapat menjadi terlalu kecil setelah dicetak.
Judul harus cukup menonjol, sementara isi tetap nyaman dibaca tanpa membuat pembaca mendekatkan brosur terlalu dekat. Informasi penting seperti nomor kontak, alamat situs, tanggal acara, atau ajakan tindakan tidak boleh dibuat terlalu kecil.
Sebelum produksi, cetak contoh pada ukuran sebenarnya. Pemeriksaan ini membantu melihat apakah tulisan, ikon, garis, dan jarak masih terbaca dengan nyaman.
Hindari Paragraf yang Terlalu Panjang
Brosur bukan laporan panjang. Informasi sebaiknya dibuat ringkas dan dibagi menjadi beberapa bagian agar mudah dipindai.
Paragraf pendek, daftar poin, subjudul, dan kotak informasi dapat membantu pembaca menemukan bagian yang relevan. Namun, jangan mengubah semua isi menjadi daftar karena brosur tetap membutuhkan alur penjelasan yang terasa natural.
Hilangkan kata yang berulang dan kalimat yang tidak menambah informasi. Setiap bagian sebaiknya membantu pembaca memahami manfaat, pilihan, proses, atau tindakan berikutnya.
Berikan Ruang Kosong yang Cukup
Ruang kosong bukan berarti area yang terbuang. Jarak di antara judul, tulisan, gambar, dan tepi halaman membantu setiap elemen terlihat lebih jelas.
Brosur yang terlalu penuh dapat terasa melelahkan, meskipun seluruh informasinya penting. Ruang kosong membantu mengelompokkan isi dan memberi waktu bagi mata untuk berpindah dari satu bagian ke bagian berikutnya.
Jika semua informasi tidak dapat dimuat dengan nyaman, pertimbangkan untuk mempersingkat tulisan, mengurangi elemen dekorasi, menambah jumlah panel, atau memilih format brosur yang lebih sesuai.
Pilih Warna yang Selaras dengan Identitas Bisnis
Warna dapat membantu brosur terlihat menarik dan mudah dikenali. Gunakan warna utama yang sesuai dengan identitas bisnis, kemudian tambahkan warna pendukung seperlunya.
Terlalu banyak warna dapat membuat tampilan terasa ramai. Pilihan warna yang terbatas biasanya lebih mudah dikendalikan dan memberikan kesan profesional.
Perhatikan pula kontras antara tulisan dan latar belakang. Tulisan terang di atas latar yang terlalu cerah atau tulisan gelap di atas gambar yang rumit dapat sulit dibaca.
Warna juga dapat digunakan untuk membedakan bagian. Misalnya, satu warna untuk judul, warna lain untuk tombol atau ajakan tindakan, dan warna netral untuk area isi.

Gunakan Gambar yang Relevan dan Berkualitas
Gambar dapat memperkuat pesan, menunjukkan produk, atau membantu pembaca memahami layanan. Namun, gambar sebaiknya memiliki fungsi, bukan sekadar memenuhi ruang kosong.
Gunakan gambar yang relevan dengan isi brosur dan memiliki kualitas cukup untuk dicetak. Gambar beresolusi rendah dapat terlihat buram atau pecah setelah diperbesar.
Pastikan gambar tidak menutupi tulisan dan tidak membuat latar belakang menjadi terlalu sibuk. Apabila tulisan perlu ditempatkan di atas gambar, gunakan area yang tenang, lapisan warna, atau kotak teks agar kontras tetap terjaga.
Untuk brosur produk, pilih foto yang menampilkan bentuk dan detail secara jelas. Untuk brosur jasa, ilustrasi, ikon, diagram, atau dokumentasi hasil pekerjaan dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Gambar
Banyak gambar belum tentu membuat brosur lebih menarik. Terlalu banyak elemen visual dapat mengalihkan perhatian dari pesan utama.
Pilih satu gambar utama sebagai fokus, kemudian gunakan gambar pendukung bila memang diperlukan. Konsistensi gaya gambar juga penting. Hindari mencampurkan terlalu banyak gaya ilustrasi, foto, ikon, dan efek yang tidak saling mendukung.
Apabila perlu menampilkan banyak produk, gunakan susunan katalog yang rapi. Berikan ukuran gambar yang konsisten dan kelompokkan produk berdasarkan kategori agar pembaca tidak merasa melihat kumpulan gambar acak.
Gunakan Ikon Secara Konsisten
Ikon dapat membantu meringkas informasi seperti layanan, fasilitas, cara pemesanan, atau keunggulan. Ikon juga membuat daftar panjang terasa lebih mudah dilihat.
Pilih ikon dengan gaya visual yang sama. Ketebalan garis, bentuk sudut, ukuran, dan warna sebaiknya konsisten. Ikon yang berbeda-beda gaya dapat membuat desain terlihat seperti gabungan beberapa sumber.
Jangan mengandalkan ikon tanpa tulisan apabila maknanya belum tentu dipahami. Gunakan label singkat untuk menjelaskan fungsi setiap ikon.
Sesuaikan Desain dengan Format Brosur
Brosur tersedia dalam berbagai bentuk, seperti satu lembar dua sisi, lipat dua, lipat tiga, lipat akordeon, atau bentuk khusus. Setiap format memiliki cara membaca yang berbeda.
Brosur satu lembar
Format ini cocok untuk informasi singkat, promosi acara, daftar layanan, atau penawaran khusus. Informasi perlu disusun padat tetapi tetap memiliki ruang yang cukup.
Brosur lipat dua
Lipat dua menghasilkan empat halaman. Format ini dapat digunakan untuk profil usaha, layanan, katalog ringkas, atau presentasi produk.
Brosur lipat tiga
Lipat tiga memiliki beberapa panel yang dapat digunakan untuk membagi informasi secara bertahap. Sampul digunakan untuk menarik perhatian, sedangkan panel dalam menjelaskan detail dan manfaat.
Brosur lipat akordeon
Format ini cocok untuk informasi berurutan, panduan, tahapan layanan, atau daftar produk yang dibagi menjadi beberapa bagian.
Pilih format berdasarkan jumlah informasi dan cara brosur dibagikan. Jangan memaksakan isi yang panjang ke dalam ukuran terlalu kecil hanya untuk menghemat ruang.
Perhatikan Urutan Panel pada Brosur Lipat
Desain brosur lipat perlu memperhatikan posisi panel setelah kertas dilipat. Susunan pada file terbuka dapat berbeda dengan urutan yang dilihat pembaca saat brosur digunakan.
Sampul depan perlu menampilkan judul dan identitas utama. Bagian belakang biasanya digunakan untuk kontak, alamat situs, media sosial, atau informasi tambahan. Panel dalam menjadi tempat penjelasan utama.
Untuk beberapa jenis lipatan, ukuran panel tidak selalu sama persis karena salah satu bagian masuk ke dalam. Perbedaan kecil pada ukuran dapat memengaruhi posisi tulisan, gambar, dan garis desain.
Buat pola lipatan sederhana atau contoh fisik sebelum menyelesaikan desain. Cara ini membantu memastikan tidak ada informasi yang terbalik, tertutup, atau berada pada panel yang salah.
Jaga Informasi Penting dari Area Lipatan
Hindari menempatkan logo, judul, nomor kontak, atau tulisan penting tepat pada garis lipat. Proses pelipatan dapat membuat elemen terlihat terputus atau sulit dibaca.
Berikan jarak aman di sekitar lipatan. Hal yang sama berlaku untuk area potong di tepi brosur. Tulisan penting sebaiknya tidak ditempatkan terlalu dekat dengan batas akhir.
Untuk kertas yang cukup tebal, proses garis lipat mungkin diperlukan agar hasilnya lebih rapi dan permukaan tidak mudah pecah.
Gunakan Grid untuk Menjaga Kerapian
Grid merupakan garis bantu untuk mengatur posisi dan ukuran elemen. Dengan grid, judul, paragraf, gambar, dan kotak informasi dapat disusun lebih konsisten.
Elemen yang sejajar membuat desain terlihat lebih rapi meskipun pembaca tidak menyadari penggunaan grid tersebut. Sebaliknya, posisi yang hampir sejajar tetapi tidak tepat dapat membuat brosur terasa kurang teratur.
Gunakan margin yang konsisten pada setiap panel. Samakan pula jarak antarjudul, paragraf, gambar, dan daftar agar tampilan tidak terlihat berubah-ubah.
Bangun Satu Titik Fokus
Setiap sisi brosur sebaiknya memiliki satu bagian yang paling menonjol. Titik fokus dapat berupa judul, gambar produk, angka penawaran, atau manfaat utama.
Tanpa titik fokus, perhatian pembaca akan tersebar ke banyak elemen. Hindari membuat logo, judul, gambar, harga, dan seluruh daftar layanan memiliki ukuran yang sama besar.
Tentukan bagian yang paling penting, kemudian dukung dengan elemen lain. Ukuran, warna, posisi, atau ruang kosong dapat digunakan untuk memperkuat fokus tersebut.
Tampilkan Manfaat, Bukan Hanya Daftar Fitur
Daftar fitur menjelaskan apa yang tersedia, sedangkan manfaat menjelaskan kegunaannya bagi pelanggan. Brosur yang efektif sebaiknya menghubungkan keduanya.
Misalnya, daripada hanya menulis konsultasi online, jelaskan bahwa pelanggan dapat membahas kebutuhan tanpa harus datang langsung. Daripada hanya menulis bahan berkualitas, jelaskan bagaimana pilihan bahan membantu produk terlihat lebih rapi atau tahan digunakan.
Hindari klaim berlebihan yang tidak dapat dibuktikan. Gunakan penjelasan yang konkret, masuk akal, dan sesuai dengan layanan sebenarnya.
Masukkan Ajakan Tindakan yang Jelas
Setelah membaca brosur, pembaca perlu mengetahui apa yang harus dilakukan. Ajakan tindakan dapat berupa menghubungi admin, meminta penawaran, melakukan konsultasi, mengunjungi website, atau mendaftar kegiatan.
Gunakan kalimat yang jelas seperti:
- Konsultasikan kebutuhan Anda
- Hubungi kami untuk informasi produk
- Minta penawaran sesuai kebutuhan
- Kunjungi website untuk melihat portofolio
- Daftar sebelum batas waktu yang ditentukan
Ajakan tindakan perlu ditempatkan pada bagian yang mudah ditemukan. Jangan membuat pembaca harus mencari nomor kontak di antara tulisan panjang.
Pastikan Informasi Kontak Mudah Ditemukan
Informasi kontak biasanya ditempatkan pada bagian belakang, bawah, atau panel terakhir. Gunakan ukuran yang cukup terbaca dan susun secara ringkas.
Kontak dapat berupa nomor komunikasi, alamat email, website, media sosial, atau kode QR. Pilih saluran yang benar-benar aktif dan relevan dengan cara pelanggan menghubungi bisnis.
Periksa seluruh informasi sebelum mencetak. Kesalahan satu angka pada nomor telepon atau satu huruf pada alamat website dapat membuat brosur kehilangan fungsinya.
Gunakan Kode QR dengan Tepat
Kode QR dapat mengarahkan pembaca menuju website, katalog, formulir, lokasi, atau saluran komunikasi. Namun, ukurannya harus cukup besar dan memiliki kontras yang baik agar mudah dipindai.
Jangan menempatkan kode QR terlalu dekat dengan tepi, lipatan, atau gambar yang ramai. Berikan ruang kosong di sekelilingnya dan tambahkan penjelasan singkat mengenai tujuan kode tersebut.
Uji kode QR dari hasil cetak contoh, bukan hanya dari layar. Pastikan tautan yang digunakan benar dan masih dapat diakses.
Jaga Konsistensi dengan Identitas Brand
Brosur merupakan bagian dari komunikasi visual bisnis. Warna, logo, jenis huruf, gaya foto, ikon, dan bahasa sebaiknya selaras dengan media lainnya.
Konsistensi membantu pelanggan mengenali bisnis ketika melihat kemasan, kartu nama, banner, media sosial, atau website. Desain tidak harus sama persis, tetapi perlu memiliki karakter yang saling berhubungan.
Gunakan logo dalam kualitas yang baik dan pertahankan proporsinya. Hindari menarik logo menjadi terlalu lebar atau tinggi, mengubah warna tanpa alasan, atau menempatkannya di atas latar yang mengurangi keterbacaan.
Jangan Membuat Logo Terlalu Besar
Logo penting sebagai identitas, tetapi tidak harus menjadi elemen terbesar. Fungsi utama brosur tetap menyampaikan pesan dan membantu pembaca memahami penawaran.
Tempatkan logo pada posisi yang terlihat, lalu berikan ruang yang cukup di sekelilingnya. Logo yang terlalu besar dapat mengambil ruang yang seharusnya digunakan untuk judul, gambar, atau informasi utama.
Perhatikan Perbedaan Tampilan Layar dan Cetak
Warna pada layar menggunakan cahaya, sedangkan hasil cetak bergantung pada tinta, mesin, bahan, dan finishing. Karena itu, warna yang terlihat sangat cerah pada monitor dapat berubah setelah dicetak.
Jenis kertas juga memengaruhi hasil. Kertas mengilap dapat membuat warna terasa lebih kuat, sedangkan kertas tanpa kilap memberikan tampilan lebih lembut. Kertas berwarna akan memengaruhi keseluruhan warna desain.
Gunakan contoh cetak apabila warna identitas, detail kecil, atau kualitas gambar menjadi bagian penting dari brosur.
Siapkan File dengan Resolusi yang Memadai
Gambar dan elemen desain perlu memiliki kualitas cukup untuk dicetak. Mengambil gambar kecil dari internet lalu memperbesarnya dapat menghasilkan tampilan pecah.
Logo sebaiknya menggunakan file vektor atau file beresolusi tinggi. Foto produk perlu tajam, tidak terlalu gelap, dan tidak mengalami kompresi berlebihan.
Periksa pula efek transparansi, bayangan, garis tipis, serta elemen kecil. Bagian yang terlihat baik di layar belum tentu dapat diproduksi dengan hasil yang sama pada ukuran fisik.

Siapkan Area Potong dan Jarak Aman
Proses pemotongan memiliki toleransi tertentu. Karena itu, desain biasanya membutuhkan area tambahan di luar ukuran akhir agar tidak muncul garis putih pada tepi.
Gambar atau warna latar yang ingin mencapai tepi perlu diteruskan ke area tambahan tersebut. Sementara itu, tulisan, logo, dan informasi penting harus berada di dalam area aman.
Ketentuan area tambahan dapat berbeda tergantung produk dan proses produksi. Pastikan ukuran file mengikuti spesifikasi yang diberikan oleh percetakan.
Periksa Ejaan dan Data Sebelum Dicetak
Kesalahan tulisan akan lebih sulit diperbaiki setelah brosur diproduksi. Lakukan pemeriksaan isi secara terpisah dari pemeriksaan desain.
Periksa beberapa bagian berikut:
- Nama bisnis dan nama produk
- Nomor telepon dan alamat email
- Alamat website dan media sosial
- Harga serta keterangan penawaran
- Tanggal, waktu, dan lokasi acara
- Nama layanan dan spesifikasi
- Tanda baca serta ejaan
- Kode QR dan tautan
Mintalah pihak lain membaca file karena pembuat desain sering melewatkan kesalahan yang sudah terlalu sering dilihat.
Cetak Contoh pada Ukuran Sebenarnya
Contoh cetak membantu memeriksa aspek yang tidak mudah dinilai dari layar. Lipatan, ukuran huruf, ketebalan garis, jarak tepi, warna, dan posisi panel dapat diperiksa secara langsung.
Lipat contoh sesuai bentuk akhir. Perhatikan apakah sampul terlihat benar, informasi terbuka dalam urutan yang tepat, dan tulisan tidak masuk ke area lipatan.
Untuk produksi dalam jumlah besar, pemeriksaan contoh menjadi semakin penting karena kesalahan kecil dapat ikut tercetak pada seluruh pesanan.
Pilih Jenis Kertas Sesuai Fungsi Brosur
Bahan cetak memengaruhi tampilan dan kenyamanan brosur saat digunakan. Art paper sering dipilih untuk desain penuh warna, sedangkan kertas matte dapat memberikan tampilan yang lebih lembut dan nyaman dibaca.
Ketebalan juga perlu disesuaikan. Kertas yang terlalu tipis dapat terasa kurang kokoh, sedangkan bahan yang terlalu tebal mungkin sulit dilipat tanpa proses tambahan.
Pertimbangkan jumlah produksi, cara pembagian, lama penggunaan, bentuk lipatan, dan finishing sebelum memilih bahan.
Gunakan Finishing Jika Memang Dibutuhkan
Laminasi, lipatan, potong khusus, perforasi, dan finishing lainnya dapat meningkatkan fungsi atau tampilan brosur. Namun, tidak semua brosur membutuhkan proses tambahan.
Brosur promosi yang digunakan dalam waktu singkat mungkin cukup menggunakan proses cetak dan lipat. Brosur profil atau katalog ringkas yang disimpan lebih lama dapat mempertimbangkan bahan dan finishing yang lebih tahan.
Finishing perlu ditentukan sejak awal karena dapat memengaruhi desain, bahan, biaya, dan waktu produksi.
Kesalahan Umum dalam Desain Brosur
Memasukkan seluruh informasi bisnis
Brosur tidak harus memuat semua hal tentang usaha. Pilih informasi yang paling relevan dengan tujuan dan arahkan pembaca ke website atau kontak untuk penjelasan lebih lanjut.
Menggunakan terlalu banyak jenis huruf
Variasi berlebihan dapat membuat brosur terlihat tidak konsisten. Gunakan perbedaan ukuran dan ketebalan untuk membangun hierarki tanpa menambah terlalu banyak jenis huruf.
Kontras tulisan terlalu rendah
Tulisan abu-abu muda pada latar putih atau tulisan berwarna di atas gambar ramai dapat sulit dibaca. Pastikan terdapat perbedaan yang cukup antara tulisan dan latar.
Terlalu banyak elemen dekoratif
Garis, bentuk, ikon, efek, dan ornamen sebaiknya mendukung pesan. Elemen yang tidak memiliki fungsi hanya akan memenuhi ruang dan mengurangi fokus.
Ukuran tulisan terlalu kecil
Memperkecil tulisan untuk memasukkan lebih banyak isi biasanya membuat brosur tidak nyaman dibaca. Lebih baik ringkas materi atau gunakan format yang lebih besar.
Tidak memperhatikan lipatan
Kesalahan panel dapat membuat informasi berada pada urutan yang tidak tepat. Buat contoh lipatan sebelum file diselesaikan.
Kontak tidak terlihat jelas
Brosur yang menarik tetap kurang efektif apabila pembaca tidak mengetahui cara menghubungi bisnis. Kontak perlu ditempatkan secara jelas dan diperiksa kembali.
Checklist Sebelum Desain Brosur Dicetak
- Tujuan brosur sudah jelas
- Target pembaca sudah ditentukan
- Judul utama mudah dipahami
- Isi sudah diringkas dan dikelompokkan
- Hierarki tulisan terlihat jelas
- Jenis huruf konsisten dan mudah dibaca
- Warna memiliki kontras yang cukup
- Gambar memiliki kualitas yang memadai
- Logo tidak berubah bentuk atau proporsi
- Urutan panel dan lipatan sudah diperiksa
- Informasi penting berada di area aman
- Kontak serta kode QR sudah diuji
- Ejaan dan seluruh data sudah benar
- Ukuran akhir dan area potong sudah sesuai
- Contoh sudah diperiksa pada ukuran sebenarnya
Desain Brosur Harus Menarik Sekaligus Fungsional
Brosur yang menarik tidak harus dipenuhi warna, gambar, atau efek. Tampilan yang rapi, pesan yang jelas, dan informasi yang mudah ditemukan sering kali lebih efektif dalam membantu pembaca memahami penawaran.
Mulailah dari tujuan, target pembaca, dan isi. Setelah itu, atur hierarki, tipografi, warna, gambar, ruang kosong, lipatan, serta ajakan tindakan. Jangan lupa menyesuaikan desain dengan bahan dan proses produksi agar hasil akhirnya tetap nyaman digunakan.
Konsultasikan kebutuhan desain dan cetak di HobbyCetak. Mulai dari penyusunan tampilan, pemilihan ukuran, jenis kertas, lipatan, hingga finishing dapat dipertimbangkan agar brosur sesuai dengan kebutuhan bisnis, komunitas, maupun kegiatan Anda.