Jogja Printing Expo 2026 resmi digelar sebagai wadah bagi pelaku industri grafika untuk melihat perkembangan teknologi percetakan terbaru. Pameran ini menjadi ruang strategis untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan inovasi, dan memperkuat industri percetakan nasional.

Jogja Printing Expo 2026 menghadirkan teknologi percetakan dan digital printing terbaru. (Foto: Detik)
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa pameran ini kembali digelar untuk kedua kalinya. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi platform bagi pelaku kreatif, UMKM, dan industri percetakan untuk mengenal teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Pameran ini menghadirkan 35 peserta, termasuk 15 UMKM. Berbagai teknologi ditampilkan, mulai dari mesin digital printing beresolusi tinggi, teknologi reproduksi warna yang lebih presisi, hingga sistem penggunaan tinta yang lebih efisien.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah CMYK+ yang dapat digunakan untuk kebutuhan cetak komersial, fotografi, hingga kemasan premium. Teknologi seperti ini penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kualitas visual produk cetak.
Selain digital printing, peserta juga menampilkan mesin offset, rotogravure, dan flexo modern. Mesin-mesin tersebut sudah dilengkapi sistem otomasi, pengaturan tinta digital, konsumsi energi rendah, serta integrasi IoT untuk pemantauan produksi real-time.
Teknologi UV-curing dan hybrid printing juga ikut dipamerkan. Solusi ini memungkinkan pencetakan pada berbagai media seperti akrilik, kaca, aluminium, kayu, hingga material bertekstur.
Dari sisi finishing, pameran menampilkan mesin laminasi glossy dan matte, die-cutting otomatis, binding komersial, embossing, hot stamping, cold foil, serta efek holografik.
Tren keberlanjutan juga menjadi perhatian. Beberapa peserta memperkenalkan tinta berbasis air, material recyclable, dan mesin berdaya listrik rendah untuk mendukung industri percetakan yang lebih ramah lingkungan.
Jogja Printing Expo 2026 menjadi bukti bahwa industri percetakan terus bergerak mengikuti kebutuhan kreatif, kemasan, promosi, dan personalisasi produk yang semakin berkembang.
Sumber: Lihat artikel asli